Buku Rich Dad Poor Dad

Rich Dad Poor Dad

Apa yang Diajarkan Orang Kaya Kepada Anak-Anak Mereka tentang Uang

By Robert T. Kiyosaki

Rich Dad Poor Dad (2005) menjelaskan perbedaan cara berpikir orang kaya dan miskin mengenai masalah keuangan.
Penulis juga memberikan motivasi dan cara praktis untuk mengatasi permasalahan keuangan.
Bagi Anda yang ingin memperoleh “kecerdasan finansial”, buku pintar ini sayang untuk dilewatkan.

Untuk siapa buku ini?

Orang yang ingin kaya dengan cara yang tidak biasa Orang tua yang ingin mendidik anaknya menjadi kaya Orang yang ingin memulai bisnis sendiri untuk mencapai kebebasan finansial Ayah Kaya Ayah Miskin

Tentang Apa buku ini?

Buku ini menyajikan dua pandangan berbeda tentang menjadi kaya: pandangan ayah miskin dan pandangan ayah kaya.
Ide seorang ayah miskin adalah jika dia rajin belajar, pandai, dan mendapat pekerjaan tetap, dia bisa menjadi kaya.
Namun, ayah kaya mempunyai gagasan yang sama sekali berbeda.
Ayah Kaya percaya bahwa untuk menjadi kaya, seseorang harus mampu memperoleh keuntungan yang lebih besar atas uangnya.
Beberapa hal menarik yang akan Anda pelajari antara lain: Bagaimana membuat uang bekerja untuk Anda, bukan sebaliknya.
Apa yang dimaksud dengan literasi keuangan?
Mengapa uang harus didahulukan setelah belajar?
Apa saja kendala yang sering dihadapi orang saat menjadi kaya?dan Bagaimana memantapkan diri untuk memulai “perjalanan” Anda menjadi kaya dengan cepat.Bekerja untuk Buku ini mengajarkan bahwa Anda harus mampu mengeluarkan uang yang harus Anda keluarkan.

Selama ini saya hanya ditipu oleh uang, dan uang menjadi tujuan utama pekerjaan saya.
Namun begitu orang mempunyai uang, mereka tidak dapat menggunakannya dengan baik.
Artinya, tidak peduli berapa banyak uang yang Anda hasilkan, jika tidak ada seorang pun yang dapat “melakukan” uang tersebut untuk Anda, maka uang itu akan terbuang sia-sia.

Menurut Kiyosaki, hal ini masih menjadi cara hidup masyarakat miskin.
Gaya hidup orang kaya tercermin dari kemampuannya membelanjakan uang dan menghasilkan lebih banyak uang.
Meski penghasilan Anda terbatas, Anda bisa membelanjakan uang yang Anda punya.
Ini adalah orang-orang kaya.

Salah satu cara memanfaatkan uang Anda dengan baik adalah dengan menginvestasikannya dengan cara yang menghasilkan lebih banyak uang.
Misalnya, ketika masyarakat miskin mendapat penghasilan, mereka cenderung langsung berpikir untuk berbelanja untuk memuaskan keinginannya terhadap apa yang sedang populer saat itu.
Hanya untuk itulah mereka mengeluarkan uang.

Di sisi lain, orang-orang kaya mempertimbangkan untuk mendapatkan penghasilan lebih dari yang mereka terima saat ini.
Pendapatan tersebut bisa digunakan misalnya untuk menabung, membangun rumah kontrakan, atau memulai usaha.
Yang harus Anda lakukan hanyalah menggunakannya untuk berbelanja.
Literasi keuangan merupakan hal yang penting namun masih belum banyak dipahami oleh banyak orang.
Alasan utamanya adalah pendidikan keuangan tidak diajarkan di sekolah formal.
Sistem pendidikan yang berlaku saat ini sebagian besar masih melatih masyarakat untuk menjadi “pekerja teladan” yang hanya bisa bekerja demi uang.
Hal ini masih menjadi pandangan masyarakat miskin.

Untuk menjadi kaya, Anda harus mengetahui pentingnya pengetahuan finansial.
Aturan dasarnya adalah Anda harus bisa membedakan antara aset dan liabilitas.
Kebanyakan orang bekerja keras demi uang karena mereka tidak mengetahui perbedaan antara aset dan liabilitas.
Selama ini pandangan masyarakat terhadap aset dan liabilitas masih sama.
Namun kenyataannya keduanya berbeda.

Aset adalah segala sesuatu yang Anda miliki dan dapat menghasilkan pendapatan bagi Anda, sedangkan liabilitas adalah segala sesuatu yang Anda miliki dan menjadi sumber biaya bagi Anda.
Oleh karena itu, Anda harus berusaha mengumpulkan aset sebanyak-banyaknya dan menjaga utang Anda serendah mungkin.
Ada perbedaan antara kaya dan miskin dalam mengelola uang.

Masyarakat miskin membelanjakan gajinya untuk biaya tetap, kebutuhan pokok, pembayaran utang bulanan, dan pengeluaran lain yang harus mereka keluarkan untuk properti tanggung jawab mereka.
Sebaliknya, orang kaya memperoleh pendapatannya dari bagi hasil, sewa, dan laba.
Itu berasal dari aset yang mereka miliki.

Dalam buku ini, penulis membagikan beberapa pelajaran penting yang diajarkan oleh ayah kaya, antara lain:

  • Orang kaya tidak bekerja untuk uang, tetapi membuat uang bekerja untuk mereka. Orang kaya mencari cara untuk menghasilkan uang secara pasif, yaitu uang yang mengalir tanpa harus bekerja keras. Orang kaya juga tidak takut mengambil risiko dan belajar dari kegagalan.
  • Orang kaya memiliki pendidikan keuangan yang baik. Orang kaya mengerti tentang konsep-konsep keuangan seperti aset, kewajiban, arus kas, pajak, dan investasi. Orang kaya juga selalu mencari informasi dan pengetahuan baru tentang keuangan.
  • Orang kaya berpikir seperti pengusaha, bukan seperti pekerja. Orang kaya memiliki kebebasan, kreativitas, dan kontrol atas keuangan mereka. Orang kaya tidak tergantung pada gaji, aturan, atau ketakutan. Orang kaya juga tidak puas dengan status quo, tetapi selalu mencari peluang dan tantangan baru.
  • Orang kaya menginvestasikan uang mereka dengan cerdas. Orang kaya tidak menyimpan uang di bank, tetapi membeli aset yang menghasilkan uang, seperti properti, saham, atau bisnis. Orang kaya juga menghindari utang konsumtif, yaitu utang yang digunakan untuk membeli barang-barang yang tidak menghasilkan uang.
  • Orang kaya bekerja untuk belajar, bukan untuk uang. Orang kaya tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga keterampilan interpersonal, seperti komunikasi, negosiasi, dan kepemimpinan. Orang kaya juga tidak takut untuk mencoba hal-hal baru, seperti belajar bahasa asing, mengikuti seminar, atau membaca buku.
  • Orang kaya memiliki sikap positif dan optimis. Orang kaya tidak mengeluh, menyalahkan, atau menyerah. Orang kaya selalu berterima kasih, bertanggung jawab, dan berusaha. Orang kaya juga tidak iri, sombong, atau serakah. Orang kaya selalu berbagi, membantu, dan memberi inspirasi.

Buku Rich Dad Poor Dad adalah buku yang dapat membuka mata kita tentang potensi dan kemungkinan yang ada di sekitar kita. Buku ini juga dapat memberikan motivasi dan dorongan untuk memulai perjalanan menuju kebebasan finansial dan sukses dalam hidup. Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh siapa saja yang ingin belajar lebih banyak tentang keuangan dan investasi.

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp